Truly, Madly, Deeply

November 5th, 2007 by tdyahp

Gilaa!!Tadi pagi gw bangun dgn bayangan wajah loe masih lekat di kepala gw. Loe, dengan senyum khas loe yg dengan semangat juang ‘45 gw lupain beberapa tahun lalu, tadi malam menyapa mimpi gw. Kalo ini terjadi 16 tahun yang lalu, mungkin reaksi gw sama dgn saat ini. Gw pasti mengutuki dalam hati "Hey, ngapain juga loe datang ke mimpi gw?". Reaksi yang sama, mungkin, tapi dengan makna yang ga bisa gw samain sentuhannya di hati gw. Enam belas tahun yang lalu, gw kenal loe. Loe ga spesial buat gw, loe cuma satu diantara temen kuliah gw, yg ngeramein hari-hari kuliah di kota yang sama sekali asing buat gw. Gw asyik menikmati hari-hari gw dgn sahabat-sahabat baru gw, yang masih jelas gw inget rutinitasnya dimulai dgn breakfast bareng (not at Tiffany’s) untuk nyiapin otak gw nerima teori-teori Morgenthau dan Rossenau, lanjut dengan makan siang di kantin kampus sambil ngecengin senior-senior yang lucu-lucu (baca:cute), en ga pernah kekurangan waktu buat having fun for the rest of the day. God is Great!

Dua tahun kuliah, gw en loe bisa diitung berapa kali kita saling sapa. Tapi, loe mungkin ga tau, sahabat gw pernah bilang dia suka sama loe. Since that, tiap kita berpapasan dgn loe, ada aja pujian yang keluar dari mulut dia tentang loe, ada aja cerita menarik tentang loe, dan dia sepertinya ga pernah kehabisan bahan cerita tiap dia mulai nyebut nama loe di awal kalimat. Satu yang ga pernah gw mengerti, di akhir cerita dia selalu bilang kalo walaupun dia suka sama loe, dia tahu loe bakalan cuma anggap dia temen baik. Padahal dia ga termasuk jajaran cenayang muda yang ada di kampus kita, yang salahsatunya pernah baca tangan gw dan bilang kalo gw akan kerja di tempat yang memungkinkan gw untuk jalan-jalan keliling dunia, which now seems very possible. Yang juga pernah bilang bahwa akan banyak istri-istri rekan kerja gw yang semangat mengibarkan bendera perang ke gw (very scary, but it’s very true now).

Waktu terus berjalan. Sahabat gw jatuh cinta dgn seseorang dan cerita tentang loe mulai hilang dari percakapan kita sehari-hari. Dan gw liat loe juga sibuk dgn cewe cewe yang datang dan pergi dalam hidup loe.  Untuk beberapa waktu, nama loe ga pernah gw tulis lagi dalam diary gw. Iya, kebiasaan gw mulai nulis diary yang gw mulai sejak bangku SMA, makin gencar pas kuliah. Semua cerita hidup gw dan sahabat-sahabat gw, gw tuangkan di sana. Jadi wajar, kalau nama loe pernah ada dalam diary gw karena loe sering jadi "topic of the day" dalam perjalanan dari kampus ke tempat clubbing. Cuma, sejak sahabat gw jatuh cinta dgn seseorang, diary gw mulai ga familiar dgn nama loe. Dan gw, gw mulai jatuh cinta dengan seorang cowo sederhana yang ga pernah letih mencoba memahami gw. Dia memiliki cinta yang begitu besar buat gw. wise men say only fools rush in, but i can’t help falling in love with you. shall i stay, would it be a sin, if i can’t help falling in love with you. like a river flows, surely to the sea, darling so it goes, some things are meant to be. take my hand, take my whole life too, for i can’t help falling in love with you…(listen to U2 version, live at Sidney). (bersambung)

i carry your heart with me

July 12th, 2007 by tdyahp

Buat mereka yang mengisi hati gw dengan cinta sejak gw melihat dunia, ijinin gw meminjem ekspresi cinta E.E. Cummings :

i carry your heart with me (i carry it in
my heart) i am never without it (anywhere
i go you go, my dear; and whatever is done
by only me is your doing, my darling)

i fear
no fate (for you are my fate, my sweet) i want
no world (for beautiful you are my world, my true)
and it’s you are whatever a moon has always meant
and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life; which grows
higher than soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that’s keeping the stars apart

i carry your heart (i carry it in my heart)

Kangen..

July 12th, 2007 by tdyahp

Pa, bulan depan Sunshine dua tahun. Pa mungkin masih inget waktu dia mulai mengenal dunia sekitar dia dengan lebih akrab, dia senyum sama Pa, seakan dia tau kalo Pa selalu ada untuk dia. Pa ngeh ga kalo dia suka acak-acak bingkai foto di ruang tamu, tapi dia ga pernah mengusik bingkai yang menggengam erat foto Pa. Sekarang dia rajin bantu mamanya nyiram tanaman, kalo mamanya lupa ga nyiram tanaman, dia akan ambil botol bekas aqua, diisi air, trus dikasih ke mamanya sambil nunjuk pot tanaman. Sunshine juga lagi diajarin ngomong, Pa. Pa tau kan dia suka banget baca buku, saking semangatnya, tiap bangun tidur dia langsung cari “goodnight moon” atau “five little monkeys” nya trus dia duduk manis dan membaca dalam hati (semau-mau terjemahan pikiran bayinya). Tapi dia ga mau ngikutin kata-kata yang dibaca mamanya dari buku, dan karena dia lebih hobi nonton curious buddies, barney, barnyard, over the hedge, shrek, step up, open season (…berjuta-juta kali), yang dia tiru ya suaranya Shrek, Otis dan RJ. Kata andalannya belum nambah, baru “mama..mamam…”, yang dia ucapin dengan wajah berbinar-binar tiap disodorin McChicken dan McFlurry Oreo. Like mother like son, bahagiaaaa….. banget kalo liat makanan. Pa suka liat kan, abis disuapin makan, dia suka meluk mamanya, berterima kasih atas rizkiNya. Minggu lalu, sunshine dibeliin dvd “baby signs”, untuk membantu dia blajar ngomong. Awalnya dia pura-pura ga liat bee bo dan baby sookie, tapi sekarang dia udah bisa bilang dom (baca:dog), bum (baca:book). Pa bisa liat kan wajah isengnya? Pa, pa jangan jauh-jauh kalau Barney lagi nanyi “I love you..you love me, we’re a happy family, with the great big hugs and kiss from me to you” karena Sunshine akan kasih senyumnya yang paling manis ke orang yang dekat dengan dia dan meluk kita dengan hangat……pelukan yang rasanya ga mau kita lepas sampai kapanpun. Yang paling susah dijelaskan dengan kata-kata, cara dia nunjukkin kebahagiannya atau merajuk abis melakukan kenakalan, dengan nyium kaki mamanya. Auntie Aci nya sampai ketawa geli dan nanya, “tau darimana dia surga di telapak kaki ibu?”. Oh ya, Sunshine juga masih suka bantu mamanya masak, Pa. Sama sukanya dengan ngerecokin kalo mamanya lagi makan. Dia mau nyobain semua yang mamanya makan. Waktu itu dia nyobain chicken wings-nya St. Hubert, enak, tapi agak pedes. Berhasil juga dia abisin, ditambah roti dan mashed potato. Herannya, dia ga pernah iseng kalo papanya yang makan. Pa, pa ikut ya kalo Sunshine jadi ke Orlando. Masih inget kan Pa wajah girangnya waktu di Wonderland? Sunshine yang ga pernah betah diem, mau dengan sabar ngantri di Kidzville dan Hanna Barbera Land. Masih inget juga kan waktu dia peluk mamanya erat-erat sepanjang naik helicopter-helicopter an, tapi ga mau turun pas udah selese waktunya. Ga bisa ngebayangin gimana bahagianya dia nanti di Orlando. Pa, Sunshine bisa membantu mengurangi rasa pedih yang menampar hati mamanya tiap inget Pa. Bimbing Sunshine, melalui Ai, agar dia menjadi yang terbaik bagi dirinya dan orang-orang yang dia sayangi, seperti Pa selalu menjadi yang terbaik buat Ma, mas Adi, Nina, Ai, Aci, Iyo dan Sunshine. Titip peluk dan cium Sunshine tiap Pa mampir dalam mimpi indahnya ya, Pa. (And the yogi’s eyes are open, Looking up above He too is dreaming of his daddy’s love With his dad by his side,Got his dad by his side) My world is a different colour without you in it, Pa. There’s always an emptiness that can never get filled. Longing to find comfort in your warm embrace, Your little daughter.

Satu maaf, pinta gw

June 30th, 2006 by tdyahp

Hari ini, ngga tahu kenapa, tiba-tiba gw inget loe. Loe pernah nyatakan rasa sayang ke gw, tulus gw tau, jelas tergambar dalam tatapan loe.Dengan segenap kebebalan yang ada dalam diri gw, gw anggap rasa itu biasa saja. Tanpa gw sadari, gw mulai melakukan satu ketololan demi ketololan yang berakhir dengan luka di hati loe.

Loe, loe tetap sabar mengisi hari-hari gw, walaupun hadir loe seakan tak nyata di hati gw, di getaran jiwa gw yang paling dalam. Hingga saatnya loe pergi dari gw, dan gw hanya memandang langkah loe yang semakin bergegas menjauh. Dingin, gw sapa hati gw sambil bertutur "la vida no es senda de rosas".

"Eso me extrana", ucap gw senantiasa dalam renungan, tiap tahun berjalan, gw selalu inget satu hari dalam bulan ini untuk ucap kata "Feliz Cumpleanos!" buat loe, dalam diam malam. Gw berharap bahagia itu ada bersama loe, dimana pun loe berada.

Waktu mempertemukan kita, waktu memisahkan kita, waktu jua mempertemukan kita kembali. Namun waktu ngga mengajarkan gw untuk lebih memahami rasa yang loe punya, bahkan rasa yang kemudian tumbuh di hati gw buat loe. Ngga ada setitik keberanian untuk sekedar mengutarakan "Quiero mucho a ti" ke loe. Loe kembali mengisi hari-hari gw, ngga istimewa, tapi loe jadi teman bertukar pikiran, teman berbagi tawa dan teman berbagi asa buat gw. Gw bisa merasakan betapa hati-hati loe menjaga rasa loe, memendam dalam luka itu. Loe ngga pernah tau gw mulai menyayangi loe.

Sampai suatu ketika loe cerita tentang dia. Dia yang begitu berbeda dengan gw, dia yang teramat sederhana memahami loe. Nanar, gw tatap jendela hati loe untuk yang terakhir kali dan kembali, gw ucap dalam diam semoga loe bahagia.

Hari ini, samar gw denger lirik yang dulu menjadi teman dalam senandung loe….

(I know that she’s waiting for me to say forever/I know that I sometimes just don’t know how to tell her/I want to hold and kiss her give her my love make her believe/cause she doesn’t know/you’re all I need beside me girl/you’re all I need to turn my world/you’re all I want inside my heart/you’re all I need when we’re apart/say say that you’ll be there whenever I reach out to feel your hand in mine/stay stay within my heart whenever I’m alone I know that you are there).

Dengan rendah hati gw pinta, satu maaf dari loe.

"Feliz Cumpleanos!"